Intergroup Contact Theory

Pengertian Intergroup Contact

Kontak antarkelompok pertama kali dikemukakan oleh Allport (1954), yang menyatakan bahwa efek positif dari kontak antarkelompok terjadi dalam situasi kontak yang ditandai dengan empat kondisi yaitu, memiliki status yang sama, adanya kerjasama antarkelompok, memiliki tujuan bersama, dan adanya dukungan oleh otoritas sosial dan kelembagaan. Mempertimbangkan penjelasan tersebut maka kami mendefinisikan intergroup contact sebagai situasi atau kondisi yang terjadi diantara anggota-anggota dari dua kelompok berbeda atau lebih saling melakukan interaksi ketika berada pada lingkungan yang sama.

Interaksi atau kontak antarkelompok yang terjadi diantara anggota-angoota kelompok budaya yang berbeda tersebut akan menimbulkan efek positif terhadap hubungan sosialnya. Efek positif yang terjadi ditandai dalam situasi ketika setiap anggota kelompok menyadari bahwa dia memiliki status yang sama sebagai seorang individu yang berasal dari kelompok budaya tertentu. Setiap anggota adalah bagian dari kelompok budayanya bukan budaya lain. Anggota kelompok dari budaya yang berbeda akan menjalin kerjasama dan saling bekerjasama untuk menciptakan sebuah hubungan yang baik. Pada dasarnya dua atau lebih kelompok budaya yang berbeda akan memiliki sebuah tujuan yang sama, yaitu bersama-sama menjalin interaksi dan kontak untuk menciptakan hubungan sosial dalam lingkungannya.

Karakteristik Intergroup Contact

Kontak antarkelompok yang terjadi akan menimbulkan efek-efek positif bagi para anggota-anggota dari setiap kelompok yang terlibat. Adapun kondisi yang menjadi sebuah pertimbangan ketika akan menjalin sebuah kontak atau interaksi antarkelompok adaah sebagai berikut:
  1. Equal Status: anggota memiliki status yang tidak sama, ada sebuah hubungan yang hirarkis.
  2. Cooperation: anggota harus saling bekerja sama dalam lingkungan non-kompetitif. 
  3. Common Goals: anggota harus saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 
  4. Support by Social and Institutional Authorities: tidak boleh ada otoritas sosial atau kelembagaan yang secara eksplisit maupun implisit, dan harus ada otoritas yang mendukung kontak positif.

Berdasarkan keempat karakteristik tersebut dalam penelitian ini kami lebih berfokus untuk menggunakan satu diantaranya saja, yaitu cooperation. Dalam sebuah interaksi yang terjadi pada kelompok budaya yang berbeda karakteristik tersebut lebih jelas terlihat dan lebih memungkinkan terjadi di lingkungan masyarakat. Sehingga akan lebih mempermudah kami saat melakukan penelitian dan dalam pembuatan serta penyusunan skala yang akan digunakan untuk mengambil data yang diperlukan dalam penelitian ini.

Belum ada Komentar untuk "Intergroup Contact Theory"

Posting Komentar

Add Your Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel