Kera dan Pohon Pisang

Pagi itu udara amat dingin. Seekor kera yang memanjat di pohon segera turun ke tanah untuk menghangatkan tubuhnya. Setelah berjalan beberapa saat ia bertemu dengan temannya katak. Si katak nampaknya juga merasa kedinginan dan kelaparan.
“Hallo selamat pagi katak…. “ Sapa kera.
“Selamat pagi kera temanku….”
Kedua sahabat itu berbincang-bincang untuk merencana menanam pohon pisang. Ketika ada sebatang pohon pisang yang hanyut di sungai kera berkata, “Ah, kau saja yang berenang, Katak. Nanti kulitku gatal-gatal,”
Tanpa banyak bicara Katak dengan cepat berenang di sungai yang sedang banjir itu. Ia membawa batang pohon pisang itu ke tepi sungai dengan susah payah. Si Kera hanya enak-enak saja melihat Katak yang menepikan batang pohon pisang.
Setelah batang pisang dibawa ke darat, merekapun memotongnya menjadi dua bagian. Kera mengambil bagian ujung dan Katak diberi bagian pangkal pohon. Katak menurut saja atas pembagian ini. Pikir Kera, bagian ujung tentunya akan lebih cepat berbuah. Merkapun kemudian menanam pohon pisang masing-masing.
Katak menanam pohon itu di dekat rumahnya. Dia menggali lubang, lalu lubang itu diberi pupuk kandang sebagai tempat pisang itu ditanam.
Sementara itu. Kera menggantungkan pisang itu di atas pohon saman.
“Kalau pohon pisang ini berbuah, hanya aku sendiri yang bisa memetiknya,” katanya dalam hati.
Beberapa hari kemudian, batang pisang si Katak mulai tumbuh daunnya.
Pada suatu si Kera mendatangi si si Katak.
Hai, Katak. Sudah tumbuhkah pohon pisangmu ???
Ya, baru berdaun satu, jawab Katak.
Punyakupun begitu, kata Kera meskipun sebenarnya pohon pisangnya sudah layu di puncak pohon saman.
Beberapa hari kemudian Kera bertanya lagi. “Bagaimana pohon pisangmu, Katak ???”
“Baru berdaun dua,” jawab Katak.
“Ah, punyaku juga begitu,” kata Kera, lagi-lagi ia berbohong kepada

Belum ada Komentar untuk "Kera dan Pohon Pisang"

Posting Komentar

Add Your Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel