Cara Belajar Bersikap Dewasa


Bersikap dewasa merupakan cara bertindak dengan menggunakan pola pikir yang matang serta dapat mengendalikan emosi secara baik. Karenanya, belajar bersikap dewasa sangat dibutuhkan teutama untuk menghadapi berbagai masalah. Pola pikir yang matang tidak hanya dapat dilihat dari segi usia seseorang, karena terkadang tuanya usia belum menjamin dapat berpola pikir yang matang ataupun dewasa. Hal ini disebabkan hanya bertambahnya usia saja namun perkembangan pola pikir tidak sepadan dengan perjalanan usia. Tidak hanya pola pikir yang harus diterapkan dalam bersikap dewasa tetapi juga pengendalian emosi yang harus terkontrol. Semakin seseorang mampu mengendalikan emosinya maka semakin bagus tingkat sikap dewasanya. Ini berarti, seseorang mampu memilah sesuatu yang banyak manfaatnya atau hanya sedikit manfaat bahkan sama sekali tidak ada manfaatnya. Oleh karena itu, keseimbangan antara pola pikir dan pengendalian emosi menentukan bagaimana kita bersikap dewasa.

Apakah belajar bersikap dewasa itu mudah? Dapat ditebak, sobat akan mengatakan “tidak” bukan? Yah memang belajar untuk bersikap dewasa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terkadang harus mengalami persoalan hidup terlebih dahulu untuk membentuk kedewasaan karena semakin rumit persoalan realita hidup seseorang akan semakin membutuhkan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan yang ekstra. Mengapa saya mengatakan membutuhkan 3K (kesabaran, ketabahan dan keikhlasan) yang ekstra? Karena saat seseorang sedang diterpa permasalahan hidup, kebanyakan dari mereka tidak sabar menghadapinya dan lebih memilih lari dari masalah. Jadi, bersikap dewasa itu adalah pilihan dan proses menuju sikap dewasa tidak dapat spontan bersikap dewasa namun harus langkah demi langkah.

Tahukah anda? Belajar bersikap dewasa itu sangat penting dalam kehidupan kita. Lebih-lebih bagi anda yang sebagai leader harus memimpin banyak orang. Pastinya gak lucu kan? Jika orang-orang menganggapmu masih kekanak-kanakkan apalagi usia sudah dewasa. Namun, ada hal yang dapat kita lakukan untuk belajar bersikap dewasa.

Cara yang dapat dilakukan untuk belajar bersikap dewasa, diantaranya:

1. Bersikap jujur terhadap diri sendiri, kemampuan dan keterbasan.

Kejujuran yang kita lakukan terutama terhadap diri sendiri memungkinkan untuk belajar menghargai dan menerima apa yang ada di dalam diri sendiri termasuk kemampuan dan keterbatasan. Karena bisa menerima dan menghargai yang ada, itu termasuk bersikap dewasa.

2. Mengendalikan emosi.

Ketika sedang berbicara maupun mengambil keputusan, sebaiknya bersikap dengan tenang tanpa tergesa-gesa. Mengapa? Karena ketika bersikap dengan emosional, hanya akan memperburuk keadaan maupun masalah. Namun harus diingat, mengendalikan emosi tidak sama dengan menahan emosi. Mengapa bisa seperti itu? Sebab emosi tidak dapat ditahan melainkan dikendalikan. Apabila menahan emosi, maka suatu saat emosi itu akan keluar lebih besar dan bisa jadi tak terkendali. Seperti halnya balon yang menahan angin yang masuk kedalamnya dan pada akhirnya meletus juga.

3. Bertanggung jawab terhadap setiap tindakan dan perkataan.

Melarikan diri dari masalah atau berbicara sembarangan tanpa memerdulikan akibatnya, itu bukan merupakan sifat bertanggungjawab. Menurut opini saya, kita bisa belajar bertanggungjawab dari hal yang kecil.

4. Bersikap terbuka.

Seperti apa bersikap terbuka untuk belajar bersikap dewasa? Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dan mengambil pelajaran darinya. Pengalaman disini adalah tentang bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik. Tidak hanya itu, meninggalkan sifat egois, peduli terhadap orang-orang sekitar dan mau menerima kritikan ataupun saran dari siapapun juga perlu diterapkan dalam keinginan bersikap dewasa.

Sekarang sudah tahu kan? Bagaimana cara belajar bersikap dewasa. Saya dapat menyimpulkan jika bersikap dewasa itu harus belajar sedikit demi sedikit, sedangkan usia hanyalah sebagai pendukungnya.

3 Komentar untuk "Cara Belajar Bersikap Dewasa"

  1. Nice artikel gan, kadang kedewasaan seseorang itu tumbuh dari bertambahnya usia. Jangan lupa untuk kunjungin blog kita http://defaris-berbagiilmu.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. ini nih., sekarang masih banyak yg masih bersikap masih ke kanak2'an di social media., di social media seperti udah kuat sendiri., ngomong nya anjing, bangsat dll.,
    gak sesuai kaya di dunia nyatanya :D

    BalasHapus
  3. Saya tambahkan mas, dari pandangan seorang Motivator, melawan ego sendiri agar diarhakn ke hal positif, selalu berusaha beri yang terbaik kalau hasil tidak perlu dipikirkan karena kita diwajibkan berusaha, dan bersikap tangguh mentalnya, selain itu juga kestabilan jiwa dan rasa itu yang perlu dipertahankan.

    Tak jarang orang sudah dewasa tapi masih berjiwa kekanak-kanakan.

    Dan mohon maaf banget saya melarang mencantumkan url blog dalam kolom komentar, kalau mau bertukar komentar dengan saya, makasih.

    BalasHapus

Add Your Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel