Wajo Membantu Bone Dalam Peperangan Melawan Belanda


Dalam bulan Agustus 1905, sesudah Bone dan Gowa ditakklukan oleh Belanda, maka seorang Mayor Infantri Belanda dari Bone datang ke Wajo untuk mengadakan pertemuan dengan Arung Matowa Arung Ennengnge dan Raja-raja bawahan lainnya di Wajo. Maka pertemuan itu mengambil keputusan bahwa kontrak peperangan yang dibuat oleh Belanda harus ditaati oleh Wajo.

Wajo telah membantu Bone dalam peperangan tahun 1905 melawan Belanda’ maka Wajo dikenakan denda oleh Belanda dan semua senjata api di Wajo seperti : Meriam, Senapan Pistol dan mesin harus di kumpulkan dalam tempo satu bulan dan diserahkan kepada komandan pasukan tentara Belanda, ialah kapten Tideman selaku Sipil-Gezaghebber dalam tahun 1906. Pada tahun itu perbudakan di Wajo dihapuskan dengan resmi oleh pihak Belanda.

Sejak itulah penjajahan dan kekuasaan  Belanda di Wajo pada khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya mulai tertanam dengan kuat. Yang memegang tampuk pemerintahan dan kekuasaan di wajo ialah Sipil Gezaghebber, sedang Arung Matoa bersama Arung Ennengnge hanyalah merupakan boneka.

Dalam tahun 1907, Wajo dibagi dalam 3 buah distrik, yaitu : Bentempola, Tallotenreng dan Tua, masing-masing dikepalai ole seorang Ranreng. Dalam tahun itu juga dibentuk pula distrik ke 4 yaitu ; Pitumpanua.

Pada waktu Andi Ninnong dingkat menjadi Ranreng Tua pada tahun 1922, Jabatan Arung Matoa Wajo Lowong, tetapi pada waktu itu beliau dibawah umur, beliau adalah pewaris pertama jabatan Ranreng Tua adalah jabatan yang sifatnya turun-menurun.

1 Komentar untuk "Wajo Membantu Bone Dalam Peperangan Melawan Belanda"

Add Your Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel