Filsafat Menurut Para Ahli


a. Plato
Plato atas salah satu cara memandang manusia sebagai makhluk terpenting di antara makhluk yang ada di dunia ini Lebih lanjut lagi Plato mengungkapkan bahwa jiwa manusia merupakan substansi independen, kekal dan sudah bereksistensi sebelum bersatu dengan tubuh[4]. Akan tetapi pada intinya Plato mau menjelaskan bahwa tubuh merupakan penjara jiwa, karena kemurnian jiwa dapat diperoleh kembali kalau ia berhasil melepaskan dari dari ikatan-ikatan ragawi. Sehingga  dapat dikatakan bahwa hakekat jiwa bertentangan dengan tubuh. Dengan kata lain Plato lebih menekankan otonomi jiwa itu sendiri.
b. Aristoteles
Aristoteles memahami jiwa dalam arti luas. Ia menganggap bahwa segala sesuatu yang hidup baik tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia mempunyai jiwa.[6] Lebih lanjut Aristoteles mengungkapkan bahwa jiwa manusia mampunyai kedudukan istimewa karena manusia berkat jiwanya yang khas itu tidak hanya sanggup mengamati dunia sekitar secara indrawi, tetapi sanggup juga mengerti dunia maupun dirinya.[7] Akan tetapi Aristoteles lebih menekankan kesatuan antara tubuh dan jiwa sehingga menurutnya jiwa itu tidak otonom.[8]
c. Thomas Aquinas
Pandangan Aquinas mengenai jiwa dilatarbelakangi oleh pandangan Plato dan Aristoteles. Aquinas beranggapan bahwa pandangan mereka tidak bisa menghubungkan secara jelas antara tubuh dan jiwa. Pandangan Aquinas hendak melampaui kedua filsuf tersebut.
Berangkat dari realitas yang ada, Aquinas melihat bahwa segala aktifitas perbuatan subyek berasal dari kerja sama antara forma substansial dengan tubuh. Aquinas lebih menekankan jiwa sebagai usaha manusia untuk melakukan aktifitas. Aquinas memahami bahwa manusia terdiri dari dua substansi yang tidak lengkap yaitu materi dan forma. Sehingga tubuh dan jiwa adalah dua unsur yang tidak terpisahkan.

Belum ada Komentar untuk "Filsafat Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Add Your Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel